NYALINDUNG – Ratusan warga Kampung Urugan, RW 5, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung terancam keselamatannya. Ini karena lokasinya berdekatan dengan tanah yang mengalami pergerakan.
Untuk sementara, warga masih bertahan di rumah masing-masing sampai ada intruksi dari pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk relokasi ataupun mengungsi.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, pergerakan tanah ini terjadi setelah wilayah tersebut terus-terusan diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Tanah yang labil, tidak kuat menahan debit air yang terus bertambah. Akibatnya, selain rumah warga yang kini mengalami retakan, jalan dan lahan pertanian pun retak dengan lebar mulai 20 sampai 50 centimeter.
Kepala Desa Kertaangsana, Agus Sudrajat mengatakan, lokasi rumah yang terancam pergerakan tanah ini berada di perlintasan jalan milik pemerintah Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Jalan Raya Sukabumi – Sagaranten, kilometer 24. “Akibat pergerakan tanah ini, 40 rumah warga sekarang mengalami retak pada bagian lantai dan dindingnya,” jelas Ajat kepada Radar Sukabumi.
“Kami sudah meninjau lokasi, ternyata pergerakan tanah juga mengakibatkan retakan cukup besar di lahan pesawahan warga yang lokasinya berada di samping rumah warga. Sementara untuk ukuran retakan tanah, cukup bervariatif, mulai dari lebar 20 sampai 50 centimeter,” ujarnya.






