KABUPATEN SUKABUMI

BPBD Bentuk Desa Siaga Bencana

×

BPBD Bentuk Desa Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini
Sejumlah peserta antusias mengikuti kegiatan fasilitasi ketangguhan masyarakat desa tangguh bencana dan pelatihan relawan di Aula Desa Gedepangrango, Rabu (12/2).

KADUDAMPIT — Untuk mengurangi risiko bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, melakukan pengembangan Desa Tangguh Bencana yang diselenggarakan di Aula Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Rabu (12/2).

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, hingga saat ini BPBD sudah berhasil membentuk Desa Tangguh Bencana sebanyak 38 desa dari 381 desa di Kabupaten Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Kurang lebih ada 35 peserta yang saat ini mengikuti kegiatan fasilitasi ketangguhan masyarakat Desa Tangguh Bencana dan pelatihan relawan. Alhamdulillah semuanya antusias,” kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara kepada Radar Sukabumi, Rabu (12/2).

Agung menjelaskan, pengembangan Desa Tangguh Bencana ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Tak hanya itu, masyarakat juga harus dapat mengenali potensi bencana alam yang bisa terjadi di daerahnya.

“Masyarakat harus bisa kenali risiko bencana, pahami dampaknya dan bisa menanggulanginya,” jelasnya.

Agung menambahkan, penanggulangan bencana ini misalnya, masyarakat tidak mendirikan bangunan di lereng dan tidak melakukan penebangan pohon sembarangan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan bencana alam seperti longsor dan lainya.

“Sedangkan, untuk mengantisipasi gempa bumi disarankan masyarakat membuat bangunan yang bisa tahan gempa,” ujarnya.

Menurutnya, hampir semua potensi bencana alam terdapat di Kabupaten Sukabumi. Seperti, gempa bumi, longsor, pergerakan tanah, puting beliung, banjir, tsunami dan potensi bencana alam lainnya.

“Mengingat hal ini, masyarakat tentunya harus dapat waspada terhadap potensi bencana yang ada. Selain itu, juga harus cepat tanggap ketika terjadi tanda-tanda bencana alam seperti pergerakan tanah maupun bencana lainnya agar segera melaporkan kepada petugas atau pemerintah setempat,” ucapnya.

Masih kata Agung, dengan adanya desa siaga bencana ini masyarakat bisa memahami dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami harap masyarakat bisa waspada, lebih mengenal potensi bencana yang ada dan tangguh ketika ada kejadian bencana bisa menyelamatkan diri serta membantu melakukan penolongan pertama tanpa menunggu bantuan dari yang lain,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gedepangrang, Asep Badrutamam menambahkan, kegiatan pembinaan dan sosialisasi tanggap bencana perlu dilakukan secara terus menerus agar masyarakat bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Tentunya kegiatan seperti ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa waspada akan potensi bencana yang ada seperti, longsor dan lainnya. Dengan begitu, masyarakat bisa tau tindakan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri maupun keluarganya,” singkatnya. (bam/d)