CIKIDANG – Di tengah banyaknya potensi alam yang melimpah di Desa Nangka Koneng, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, ternyata menyimpan banyak manfaat jika di gunakan dengan baik dan benar.
Salah satunya di lakukan Hendi (53), warga Kampung Pengkolan, Desa Nangka Koneng, berkat kejeliannya melihat potensi yang melimpah di wilayahnya telah menemukan cara kreatif untuk bertahan hidup di masa sulit saat itu.
Hendi saat diwawancara Radar Sukabumi menegaskan, berawal dari merebaknya wabah atau Pandemi Covid-19 tiga tahun silam, sehingga saat itu mengakibatkan banyaknya waktu luang di rumah, karena dibatasnya waktu berada diluaran atau jalan jalan, ditengah kegalauan itu Ia memutuskan untuk menggeluti kerajinan tangan dari lidi pohon sawit yang kini telah berkembang menjadi sumber mata pencahariannya.
Hendi mengisahkan, usaha kerajinan tangan ini bermula saat pandemi memaksa banyak orang, termasuk dirinya, berhenti bekerja.
“Inspirasi awalnya dari situasi Covid-19, karena banyak waktu di rumah dan nggak kerja. Saya berpikir, bagaimana caranya supaya bisa bertahan hidup. Akhirnya, munculah ide membuat kerajinan ini,” ujar Hendi dengan semangat saat diwawancara Radar Sukabumi belum lama ini. Minggu, (25/8).
Kini, di tangan tangan terampil Hendi, dari lidi pohon sawit yang sebelumnya hanya dianggap limbah, lahirlah berbagai produk kerajinan tangan yang menarik seperti piring, mangkok, sapu lidi, keranjang buah, hingga piala dan medali medali.
Hendi mengaku, karya-karya unik ini dikerjakan sendiri oleh Hendi di rumahnya, dengan dibantu oleh dua orang karyawan ibu-ibu yang di berdayakan di kampungnya.
“Alhamdulillah produk-produk kerajinan ini tidak hanya dijual di sekitar Cikidang, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah termasuk Jabodetabek, melalui media sosial dan jaringan pertemanan,” jelas Hendi.






