Ia pun mengklaim sudah mempertanyakan persoalan anggaran tersebut pada dinas terkait pada audensi 2017 lalu. Namun dirinya tidak mendapatkan tanggapan yang baik dan jelas.
“Audensi ini kami lakukan setelah munculnya warga di Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Warungkiara yang mengidap busung lapar,” jelasnya.
Pihaknya mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan mempertanyakan anggaran penanganan gizi buruk. Namun dinas tersebut mengklaim tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk penanganan gizi buruk itu.
“Setelah itu, kami langsung melakukan penelusuran dan akhirnya kami mendapatkan jawaban, bahwa anggaran itu dibawah pengawasan Dinas Ketahanan Pangan. Namun sayang, saat kami pertanyakan soal anggaran itu, mereka terkesan menutupinya,” pungkasnya
Dihubungi secara terpisah, Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Asep Hikmat mengatakan, pihaknya menilai rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan mahasiswa ini salah alamat. Pasalya, apa yang dituntut mahasiswa tidak benar adanya.
“Kami sudah berbicara dengan salah satu mahasiswa dari Somasi dan menjelaskannya. Di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi ini tidak ada anggaran untuk penanganan gizi buruk,” jelasnya.



