2.711 Rumah di Sumedang Dapat Bantuan Rutilahu

Rutilahu Sumedang
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat meninjau pembangunan rutilahu beberapa waktu lalu. (ist)

SUMEDANGDinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Sumedang telah merealisasikan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 2.711 unit.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Disperkimtan Kabupaten Sumedang Egi Powi Proyegi mengatakan, jumlah tersebut dibiayai dari anggaran Banprov sebanyak 2.540 unit, DAK Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) 52 unit dan dari Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) Kabupaten 119 unit.

Bacaan Lainnya

“Khusus untuk bantuan dari Pemrov, ada penambahan tambahan di akhir tahun. Dari semula kami mendapat kuota 2.020 unit rumah, kini menjadi 2.540 unit. Jadi ada tambahan sebanyak 520 unit,” kata Egi kepada wartawan, Selasa (18/1).

Adapun kata Egi, dalam pelaksanakan kegiatan di lapangan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Hal itu dilakukan supaya dalam pelaksanaannya tepat sasaran dengan mensurvei rumah warga yang berhak mendapatkan bantuan.
Pasalnya ada syarat-syarat (calon penerima manfaat) antara lain, WNI berkeluarga yang memiliki atau menguasai tanah dengan dasar hukum, rumahnya tidak layak huni dan milik satu-satunya, belum mendapat bantuan serupa, penghasilan maksimal sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP), masuk Kategori MBR dan DTKS, bersedia berswadaya dan membentuk KPB, serta memiliki gundu.

Selain itu program bantuan perbaikan Rutilahu tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan desa di Sumedang dengan nilai Rp 17.500.000 per unit.

“Khusus untuk Kecamatan Jatinangor dan Sumedang Selatan mendapatkan Rutilahu melalui DAK PKRS dengan total 52 unit. Karena masuk dalam SK Kawasan Kumuh,” papar Egi.

Meski demikian diakui Egi, adanya selisih jumlah realisasi dari usulan ialah karena recofusing anggaran sebagai dampak pandemi Covid-19 dan pertimbangan lain dari instansi terkait (Provinsi dan Kementerian).

“Dari target usulan 5.270 unit, yang sudah terealisasi dari berbagai sumber anggaran sebanyak 2.711 unit. Berarti sisanya 2.559 unit. Oleh karena itu, di Tahun 2022 kami akan menyelesaikan usulan Tahun 2021 yang belum terealisasi,” jelas Egi.

Reporter: Jimi

Sumber: Radar Sumedang

Pos terkait