Sonny menekankan pentingnya metode door to door karena banyak usaha masyarakat, termasuk usaha digital, tidak memiliki plang atau tanda fisik. “Dengan cara ini, usaha-usaha baru berbasis digital juga bisa tercatat, sehingga data lebih akurat untuk mendukung kebijakan ekonomi,” katanya.
Pelaksanaan sensus ekonomi di Jawa Barat juga melibatkan komitmen dari berbagai pihak. Pada Minggu, Gubernur Dedi mengundang bupati/wali kota, pimpinan Bank Indonesia, Apindo, dan OJK untuk menandatangani komitmen bersama demi kelancaran sensus ekonomi. Sonny menilai langkah ini akan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pendataan ekonomi yang lebih komprehensif.(*)






