Polemik Glow Kebun Raya Bogor, Bima Arya Akhirnya Angkat Bicara Terkait

  • Whatsapp
Kebun raya Bogor Cahaya
sejumlah efek cahaya di antara jejeran pepohonan dan jalan Kebun Raya.

BOGOR  – Eduwisata bertemakan Glow di Kebun Raya Bogor (KRB) selama beberapa pekan ini berpolemik, membuat Wali Kota Bogor, Bima Arya angkat bicara.

Bima Arya Sugiarto menyampaikan tiga poin tanggapan yang perlu diperhatikan seluruh pihak perihal suara masyarakat yang kurang berkenan terhadap bisnis program Wisata Edukasi Glow di Kebun Raya Bogor oleh PT Mitra Raya Natura (MRN).

Bacaan Lainnya

“Pertama itu kewenangan di BRIN, di pemerintah pusat, kedua kita belum PPKM level 2 jadi tidak bisa buka, dan IPB masih melakukan kajian,” ucap Bima.

Ia menjelaskan, poin pertama soal pengelolaan Kebun Raya Bogor mengenai kewenangan berada di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), artinya yang memberikan izin berlangsung atau tidak bisnis wisata Edukasi Glow Kebun Raya Bogor itu bukan pada Pemerintah Kota Bogor.

Selanjutnya, bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bogor belum level 2, maka bisnis wisata yang dilakukan malam hari di area konservasi tumbuhan dan hewan tersebut tetap saja belum bisa dilaksanakan, sekalipun telah mendapatkan izin dari BRIN.

Sedangkan poin ketiga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini masih menunggu hasil kajian yang sedang dilakukan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kajian akan coba meneliti inovasi Pengelola Kebun Raya Bogor, PT MRN yang menambah kegiatan di Kebun Raya Bogor bukan hanya sebagai tempat konservasi tumbuhan dan hewan melainkan menjadi lokasi wisata edukasi di malam hari.

Sekadar diketahui, Program Glow menyuguhkan sinar lampu yang menerangi lima titik taman di Kebun Raya Bogor dari pintu masuk ke Taman Pandan, Taman Meksiko, Taman Akuatik, Lorong waktu di Wilayah Kenari II dan Taman Astrid. Wisata tersebut menurut rencana akan dibuka hanya pada akhir pekan mulai pukul 18.00-21.00 WIB dengan batas jumlah pengunjung hanya 50 orang per hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *