Pemeriksaan tersebut menurut Dodi sebanyak 5 orang yang merupakan pengusaha penyedia rapid test di Dinas Kesehatan Jabar waktu itu. Dodi menjelaskan bahwa memang seluruhnya ada sekitar sepuluh penyedia rapid test di Dinkes Jabar saat itu namun yang dipanggil baru lima orang.
Sedangkan lima orang lagi akan diperiksa pada jadwal pemeriksaan berikutnya.
“Ya, penyidik baru lima orang yang diperiksa. Tapi, keseluruhannya memang sepuluh, mungkin nanti akan diperiksa dijadwal selanjutnya,” pungkasnya. (arf/pojokjabar)






