“Untuk pengembangan bisnis kedepannya perlu bensin yg cukup. KUR menjadi penting agar bisa melaju lebih cepat lagi. Kalau sekarang masih di gigi 1, tahun depan dengan intervensi KUR kecepatan roda bisnis mulai start di gigi 2. Omzet yg baru mencapai 450 juta per tahun bisa terus digenjot lagi dengan diversifikasi produk dan penyesuaian kelas penyajian”, ujar Dedi.
Dedi menambahkan, bahwa setiap produk olahan pertanian pasti memiliki ciri khas tersendiri.
“Sama-sama kopi jika dihidangkan oleh orang yang berbeda dan tempat yang berbeda maka nilainya akan menjadi lebih tinggi”, sebut Dedi.
Kopi Bunar merupakan penerima manfaat program YESS pada tahun 2021 dan dimanfaatkan dalam pengembangan kapasitas melalui advance training.
Pelaksana harian (Plh) Direktur Polbangtan Bogor, Rudi Hartono, mengatakan Polbangtan Bogor berupaya menghasilkan qualified job creator dalam rangka menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda di lapangan.
“Petani yang berpendidikan sarjana dan diploma, tentunya akan mampu mengadopsi smart farming. Perlu sinergi mendidik generasi di Polbangtan dengan wirausaha-wirausaha startup yang sedang diintervensi oleh program YESS. Setelah lulus nanti diharapkan anak-anak Polbangtan bisa menjadi mitra para start up dan memajukan perekonomian Indonesia”, tandas Rudi. (wsd)






