JAWA BARAT

Di Jabar, DBD Masih Lebih Berbahaya daripada Corona

×

Di Jabar, DBD Masih Lebih Berbahaya daripada Corona

Sebarkan artikel ini

Salah satu pasien yang ditemui Metropolitan di RSUD Kota Bogor adalah Yempi (46). Ia merupakan warga Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor yang sudah dirawat di sejak Minggu (8/3) lalu.

Ia dilarikan ke RSUD karena kondisinya yang semakin memburuk. Sang istri, Andari (43), mengaku suaminya pertama kali mengalami gejala DBD pada Rabu (4/3) lalu. Diagnosa awal di Puskesmas, suaminya tidak diberitahu kalau mengidap DBD.

Bank bjb Tandamata

Ia pun membawa pulang suaminya ke rumah dan melakukan rawat jalan. Namun pada Sabtu (7/3), kondisi suaminya itu semakin memburuk. Sehingga ia mendapatkan rujukan dari Puskesmas untuk membawanya ke RSUD Kota Bogor.

“Saat ini kondisi trombosit suami saya berada di 6,9. Setiap hari turun terus, saya harap tidak kenapa-napa,” tandasnya. (dil/b/fin/metropolitan/izo/rs)