KOTA SUKABUMI

Puskesmas Cikundul Kota Sukabumi Tekan Kasus DBD

×

Puskesmas Cikundul Kota Sukabumi Tekan Kasus DBD

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Cikundul Sukabumi
Sejumlah peserta saat mengikuti mini lokakarya lintas sektor untuk membahas strategi penurunan kasus DBD di Puskesmas Cikundul

SUKABUMI — Puskesmas Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, berupaya menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satunya dengan menggelar mini lokakarya lintas sektor untuk membahas strategi penurunan kasus mematikan tersebut.

Camat Lembursitu, Yudi Sutriana mengatakan, puncak penyebaran DBD terjadi pada Mei 2024 lalu dengan jumlah pasien mencapai 77 orang. Diantaranya, 32 pasien laki-laki dan 45 pasien perempuan.

Bank bjb Tandamata

“Dari sejumlah pasien tersebut, Kelurahan Cipanengah mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 39 pasien, kemudian sisanya berlokasi di Kelurahan Cikundul sebanyak 24 pasien dan 14 orang lainnya beralamat di Kelurahan Sindangsari,” kata Yudi kepada wartawan, Rabu (9/10).

Sebab itu, lanjut Yudi, berbagai upaya penanganan kasus DBD ini perlu terus dilakukan dengan menggandeng semua elemen. “Dalam menekan kasus ini, tentunya perlu ada kerjasama yang terjalin baik dengan semua elemen khususnya antara pemerintah dengan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Cikundul, Denna Yuliavina menambahkan, pemerintah telah menetapkan target zero death akibat DBD pada 2030. Karena itu, Puskesmas berkomitmen menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk merealisasikan target tersebut.

“DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat,” tambahnya.

Dalam lokakarya tersebut, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai upaya pencegahan DBD seperti pengendalian populasi nyamuk dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Selain itu, dipresentasikan pula data terbaru mengenai kasus DBD serta langkah yang telah dilakukan,” cetusnya.

Mini lokakarya ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan DBD. “Semoga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pun akan meningkat, sehingga risiko terjadinya kasus DBD dapat diminimalisir,” harapnya. (Bam)