Dinkes Kota Sukabumi Catat Hingga Mei, 859 Warga Terjangkit DBD

Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Sukabumi, drg Wita Darmawant
Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Sukabumi, drg Wita Darmawant

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang Januari hingga Mei 2024 terdapat sebanya 859 warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan empat diantaranya meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Drg Wita Darmawanti mengatakan, dari jumlah kasus yang ada rinciannya yakni, 129 Januari, 167 Februari, 139 Maret, 204 April, dan 220 Mei. “Dari jumlah total kasus yang ada empat diantaranya meninggal dunia,” kata Wita kepada wartawan, Kamis (20/6).

Bacaan Lainnya

Apabila melihat dari data yang ada, lanjut Wita, kasus DBD terjadi paling banyak pada April dan Mei. Sebab itu, saat musim hujan masyarakat perlu waspada dari berbagai penyakit salah satunya penularan DBD.

“Chikungunya dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Kondisi ini umumnya ditandai dengan demam tinggi dan nyeri sendi secara mendadak,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa upaya sudah dilakukan diantaranya, melakukan fogging dilaksanakan sesuai dengan pedoman tatalaksan penyakit DBD, Surat Edaran Penjabat (PJ) Walikota Sukabumi himbauan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan surat Kepala Dinas Kesehatan jumantik di sekolah dan dirumah.

“Selain itu, kami juga menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk pemberdayaan masyarakat agar bergerak bersama dalam menjaga kesehatan lingkungan,” tambahnya.

Ia menerangkan, genangan air hujan bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti yang merupakan penyebab DBD.

“Sebab itu, kami terus berupa melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan, terkait penyakit yang harus diwaspadai saat musim penghujan ini. Upaya yang kita lakukan yaitu Promosi Kesehatan (Promkes) dan edukasi. Pelayanan kesehatan tetap siap,” ucapnya.

Tak hanya itu, Dinkes juga berupaya menurunkan angka kasus DBD ini dengan berbagai cara. Misalnya saja, mensosialisasikan pencegahan ke masyarakat tentang 3 M Plus, yakni menguras, menutup, mendaur dan mencegah, serta mengedukasi masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Terpenting itu, masyarakat harus bisa melakukan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),” bebernya.

Wita menambahkan, Dinkes juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J). Program itu bertujuan untuk mengoptimalkan segenap anggota keluarga menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumahnya masing-masing.

“Kami juga mengaktifkan kelompok operasional penanggulangan DBD atau Pokjanal di berbagai tingkatan RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota, sehingga dengan berbagai upaya itu diharapkan mampu menekan jumlah kasus DBD di Kota Sukabumi,” tutupnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *