RADARSUKABUMMI.com – Dampak ekonomi sangat terasa bagi warga pekerja harian. Penghasilan mereka menghilang akibat pandemi covid-19.
Warga pun mencari cara untuk bertahan hidup, termasuk dengan berjualan masker kain. Hal ini yang dilakukan Krismen (58).
Krismen menjajakan masker kain di Jalan Raya Kartini, Bekasi Timur, sejak penghasilannya tergerus oleh pandemi yang hadir sejak Maret, dan didahului oleh bencana banjir yang mewarnai Bekasi pada Januari dan Februari.
“Ya, sebelumnya saya ngebuka toko percetakan stempel, udah 3 hingga 4 bulan ini sepi ya kita mau gamau beralih menjual masker,” kata Krismen, Selasa (14/4/2020).
Dia baru berjualan masker genap 10 hari di depan tokonya. Masker itu dia buat sendiri, memanfaatkan mesin yang dia punya.
“Kita produksi sendiri dan ada temen-temen yang ngasih ke kita untuk membantu menjualkan,” kata dia.
Kata dia, keuntungan jualan masker tidak menentuk. Sehari rata-rata laku 20-an lembar dengan harga Rp10 ribu per lembar.
“Ya, namanya menjual seperti ini. Tidak menentu,” demikian Krismen.
(pojokbekasi/izo/rs)




