Polresta Bandung Ringkus 94 Pelaku Curanmor, Amankan 108 Unit Kendaraan

Polresta Bandung
Jajaran Polresta Bandung meringkus puluhan pelaku curanmor di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa (1/3). (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

SOREANGGelar operasi kejahatan kendaraan (Jaran) Lodaya 2022, Polresta Bandung berhasil menangkap 94 orang pelaku spesialisasi pencurian kendaraan bermotor, dengan barang bukti sebanyak 108 unit kendaraan.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan jajarannya bekerjasama dengan seluruh polsek melakukan operasi Jaran Lodaya 2022 sejak tanggal 10 Februari hingga 26 Februari 2022. Adapun target kegiatan operasi tersebut, kata Kusworo, menyasar kendaraan roda dua dan empat.

Bacaan Lainnya

“Polresta bekerjasama dengan polsek melaksanakan operasi di jalan dan melakukan penangkapan 94 tersangka dengan barang bukti sebanyak 108 kendaraan bermotor dan roda empat jenis pick up,” ujar Kusworo saat ekspos di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa (1/3).

Diungkapkan Kusworo, jenis kejahatan pencurian motor yang dilakukan oleh para pelaku itu bermacam-macam. Diantaranya pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan penadahan. Selain itu, dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan kunci T.

Para pelaku pencurian dengan kekerasan biasa melakukan aksinya di jalan raya yang sepi dengan modus memepet atau menendang korban dan membacok, sedangkan pelaku pencurian lainnya banyak menyasar rumah kosong.

Pada tahun 2021, salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan bahkan sempat membacok korbannya. Bahkan diketahui pelaku pada beberapa tahun yang lalu, juga sempat melakukan pembacokan kepada korban lainnya.

“Ada residivis maupun baru (pelaku),” jelas Kusworo.

Pihak kepolisian memastikan upaya pencegahan terus dilakukan agar kejahatan serupa tidak kembali terjadi. Kusworo terus mengingatkan petugas kepolisian untuk rutin menggelar patroli di wilayah rawan pencurian serta melakukan penindakan, dan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraannya.

“Pelaku ada yang dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun, pasal 365 KUHP maksimal 12 tahun penjara. Sementara bagi penadah, dijerat pasal 480 dengan ancaman hukuman penjara empat tahun,” tutur Kusworo.

Kusworo menambahkan kendaraan yang diamankan oleh petugas dapat dipinjam pakai oleh pemiliknya selama proses penyidikan dan di pengadilan. Namun saat proses persidangan maka kendaraan tersebut harus diserahkan ke kejaksaan sebagai barang bukti.

“Seyogyanya barang bukti akan dibawa ke persidangan untuk barang bukti sambil menunggu proses lebih lanjut ini bisa dipinjam pakai,” pungkas Kusworo.

Reporter: Fikriya Zulfah

Sumber: Radar Bandung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan