Urusan modifikasi, Mulyono cukup jago. Karya terbarunya, dia memasangi mesin motor di sepeda ontel yang dibelinya. Sudah ada dua sepeda yang dipasangi mesin motor.
HABIBUL ADNAN, Situbondo
Awalnya, Mulyono tidak ada niat sama sekali untuk membuat sepeda ontelnya seunik itu. Dia hanya berkeinginan memiliki sepeda yang bisa dipakainya berolaharga. Akan tetapi setelah dibeli, sepeda tersebut tidak pernah digunakan. Penyebabnya, tidak ada waktu untuk berolahraga. Sebab, Mulyono selalu ada kesibukan di bengkelnya. Sepeda tersebut hanya tergantung.
Mulyono menceritakan, lama kelamaan, ada temannya yang menawarkan membeli mesin motor yang tidak terpakai. “Teman saya yang punya sepeda ulung diganti mesinnya dengan mesin grand. Dari pada mesin ulung nggak dipakai, akhirnya saya beli dengan harga Rp.400 ribu,” katanya.
Dari sinilah insiatif tersebut muncul. Pria asal Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo itu berkeinginan membuat sepeda ontel yang sudah dibelinya menjadi lebih unik. “Akhirnya, mesin ulung itu saya pasang di sepeda ontel,” katanya.
Dia mengatakan, modifikasinya tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Hanya dua minggu semuanya sudah terpasang. Sepeda ontel tersebut bisa dijalankan menggunakan mesin. Setelah jadi, banyak yang berminat membelinya. Mulyono tidak mau menjualnya. Akan tetapi karena tawaran terus berdatangan, sepeda unik tersebut akhirnya berpindah tangan ke orang lain. “Laku dengan harga Rp.2,5 juta,” terangnya.
Setelah sepedanya dijual, Mulyono berkeinginan memodifikasi dengan bentuk yang sama. Karena itu, dia mencari mesin motor yang tidak terpakai. “Setelah dapat, saya beli sepeda ontel lagi,” katanya.
Proses pengerjaannya sama dengan sepeda sebelumnya. Modelnya tidak jauh berbeda. Hanya butuh waktu dua minggu menyelesaikan modifikasi uniknya itu. “Tetapi kalau yang sekarang ini tidak saya jual,” ujar pria 46 tahun itu.



