Featured

Nyala Mimpi Anak Kampung Yang Sempat Mati di Madrasah Kandang Kuda

×

Nyala Mimpi Anak Kampung Yang Sempat Mati di Madrasah Kandang Kuda

Sebarkan artikel ini

Alhasil, disepakatilah untuk terus melanjutkan pendidikan di MIS Muallim. Murid yang selama ini belajar dengan keterbatasan bangku, dibantu oleh sumbangan Kepala UPT. “Jadi, bangku dan kursi yang kami pakai di MIS ini dulunya bekas meja dan kursi SDN lain yang tak lagi dipakai,” timpal Pelni, guru PNS yang sudah berjuang di MIS Tabek sejak di bangku SMA.

Singkatnya, MIS Tabek akhirnya mampu beli tanah yang luasnya mencapai 600 meter persegi yang lokasi persis di bekas rumah guru yang menjadi cikal-bakal sekolah. Pada 2006, bantuan pembangunan ruang kelas mulai mengalir dari pemerintah daerah hingga pusat.

Bank bjb Tandamata

Wali Nagari, tokoh dan seluruh masyarakat Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo ikut andil dalam pembangunan tersebut. Mereka bersama mendatarkan tanah lokasi yang akan dibangun MIS Muallim Tabek. Pelan-pelan pada 2015, berdirilah tiga gedung MIS Muallim. Di areal itu terdapat kantor, musala, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Murniati berharap, kelak dia pensiun semangat dan kerja keras menjadikan MIS Muallim Tabek seperti hari ini tetap terjaga. Jangan sampai terlena dan puas atas capaian hari ini. Doanya yang tak pernah putus adalah agar MIS Muallim segera menjadi madrasah Negeri.

“Kami berjuang menghidupkan sekolah. Semoga anak-anak kami, murid MIS Muallim nanti bisa berjuang mendirikan Universitas,” harapnya.

(rcc/JPC)