Featured

Liku-Liku Raymond Sihombing sampai Menjadi Pakar Hukum Antariksa di Rusia

×

Liku-Liku Raymond Sihombing sampai Menjadi Pakar Hukum Antariksa di Rusia

Sebarkan artikel ini

Pria 36 tahun itu mengaku tidak tahu ada berapa pakar hukum luar angkasa di Indonesia. Namun, dari pencarian di mesin pencari Google, saat menyelesaikan program doktoralnya empat tahun silam itu, Raymond disebut sebagai pakar hukum luar angkasa pertama Indonesia.

Kelangkaan tersebut mungkin terjadi karena ada anggapan, apa perlunya Indonesia mempelajari hukum untuk keperluan ’’di atas langit sana’’? Padahal, menurut Ridha Aditya Nugraha, kolega Raymond, sesama pakar hukum antariksa, itu sangat perlu.

Bank bjb Tandamata

’’Saat ini kegiatan antariksa yang berhubungan erat dengan Indonesia adalah pengoperasian satelit. Berdasar ketinggian, terdapat empat ruang bagi satelit di ruang angkasa.

Geo Stationary Orbit (GSO) adalah yang paling spesial mengingat periode rotasinya sama dengan bumi. Hal ini menjadikan GSO sangat vital bagi negara kepulauan untuk merajut jaringan komunikasinya.’’ Begitu antara lain tulis Ridha yang lulusan Jerman itu dalam artikelnya di hukumonline.com.

Minat Raymond terhadap hukum luar angkasa, yang dipicu, antara lain, oleh kegilaannya kepada segala yang berbau Rusia, sebenarnya muncul sejak lama. Tapi, karena keaktifannya dalam paduan suara selama kuliah S-1 di Universitas Indonesia (UI), minat itu agak terpinggirkan.

’’Skripsi saya, tentang aspek hukum internasional imbal dagang Sukhoi antara Rusia dan Indonesia, dianggap biasa sekali dan kurang menarik oleh Prof Hikmahanto Juwana (pembimbing skripsinya),’’ tutur Raymond yang sekarang tinggal dan mengajar di Rusia.