Liku-Liku Raymond Sihombing sampai Menjadi Pakar Hukum Antariksa di Rusia

Salah satunya karena kemampuannya bernyanyi yang sudah mendapat pengakuan di Rusia. ’’Istrinya, si Yulia (Pavlovna Guseva), pandai nyanyi juga. Kami sering undang mereka nyanyi, baik di KBRI maupun di wisma,’’ ujar Djauhari.

Raymond saat ini memanfaatkan kepakarannya sebagai ahli hukum antariksa sebagai dosen. Dia tercatat sebagai pengajar tidak tetap untuk mata kuliah sejarah hukum internasional dan pengantar hukum luar angkasa di Departemen Hukum Internasional di Akademi Hukum Rusia yang berada di bawah naungan Kementerian Kehakiman. Juga di Institut Perundang-undangan dan Perbandingan Konstitusi Rusia. Dua kampus itu berada di Moskow.

Bacaan Lainnya

Di mata Hikmahanto, pada saat Indonesia nanti memasuki era komersialisasi ruang angkasa, ahli hukum seperti Raymond menjadi penting. ’’Kalau saat ini, komersialisasi ruang angkasa di Indonesia masih terbatas, seperti kepemilikan satelit, penyewaan transponder, bahkan menjadikan Biak sebagai tempat peluncuran roket pembawa satelit,’’ katanya.

Di luar itu, Raymond punya aktivitas segudang. Di antaranya, menjadi penggiat pertukaran budaya antara generasi muda Indonesia dan Rusia di Moskow. Sejak 2013, Raymond juga berpartisipasi dalam forum-forum kaum muda. Pertemuan itu membahas konsultasi mengenai syarat-syarat beasiswa, syarat-syarat menikah dengan pria/wanita dari Rusia atau Indonesia, hingga kelompok diskusi bahasa Rusia/Indonesia.

Raymond juga terlibat sebagai penerjemah. Baik untuk kalangan perorangan maupun badan hukum di Rusia maupun di Indonesia. ’’Saat ini ada satu penerbit di Rusia yang mengajukan permintaan penerjemahan literatur klasik Indonesia ke dalam bahasa Rusia. Ini saya artikan berita yang baik bagi kedua negara,’’ katanya.

 

(*/c5/ttg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.