Narpati Wisjnu Ari Pradana, salah seorang pengunjung, yang datang saat pembukaan, Sabtu (10/11) mengaku seperti mendapat harta karun. Penggemar Sjahrir dan Hatta itu menemukan hal-hal baru yang selama ini tak pernah ditemui di koleksi yang dia punya.
“Anak perempuan saya namanya Sjahrazad. Nama lain Sjahrir di Belanda,” tuturnya.
Pria yang bekerja sebagai programer itu mengatakan bahwa dirinya memiliki banyak koleksi buku tentang Sjahrir dan Hatta. “Saya pernah baca suratnya (surat Sjahrir, Red) kepada Maria Duchateau, tapi saya baru baca di sini dia panggil ‘sayang’. Di buku yang saya punya mungkin sudah diedit,” ungkapnya.
Dia malah mengusulkan, kisah cinta Sjahrir dengan Maria yang notabene merupakan istri temannya patut difilmkan. Sebab, kisah cinta itu sempat masuk koran pada masa penjajahan Belanda.(*/c9/ttg)





