Featured

Inovasi Tiga Babinsa Kodam V/Brawijaya di KB, Peternakan, dan Pertanian yanb Berbuah Prestasi

×

Inovasi Tiga Babinsa Kodam V/Brawijaya di KB, Peternakan, dan Pertanian yanb Berbuah Prestasi

Sebarkan artikel ini

Hal yang pertama dilakukan adalah membuat pakan ternak dari limbah perkebunan. Mereka meneliti kulit kopi yang kala itu sudah tidak dimanfaatkan lagi. Kulit kopi tersebut difermentasi menggunakan mikro organisme lokal (MOL) dan didiamkan tujuh hari. “Hasil fermentasi itu untuk pakan sapi,” ucap Eko.

Hasilnya luar biasa. Sapi doyan dengan hasil fermentasi tersebut. Berat badannya juga meningkat pesat. Tapi, perjalanan tak mulus begitu saja. Eko masih sulit meyakinkan masyarakat untuk menerapkan temuan tersebut. Namun, seperti juga Supandi, dia tak patah arang.

Bank bjb Tandamata

Dia terus berusaha. Seiring perjalanan waktu, dia bertemu dengan Suprapto, seorang warga di Desa Sumber Kolak. Suprapto memiliki lahan 2 hektare dan sapi 20 ekor. “Dia ingin mengembangkan pertanian di lahan itu,” kenang Eko.

Kesempatan tersebut tidak dilepas. Dia menceritakan semua konsep pertanian modern itu kepada Suprapto. “Pak Suprapto setuju dan mau bekerja sama,” ungkap pria 36 tahun itu. Eko dan dua rekannya menerapkan hasil penelitian itu. Hewan ternak Suprapto memakan produk fermentasi kulit kopi.

Lalu, kotoran hewan diolah menjadi pupuk organik.
Berhasil. Namun, masih ada aral mengganjal: bagaimana cara agar orang tahu hasil pertanian dan peternakan hasil inovasinya. Dibuatlah event kontes sapi di Situbondo. Sapi hasil ternak Eko dan kawan-kawan menjuarai event itu. “Sapi umur satu tahun beratnya hampir 1 ton,” ucap dia.

Di Banaran, Kota Malang, Serma Sri Purwanto memilih berkiprah mengembangkan pertanian dan pupuk organik. Muaranya, saat ini dia bersama warga membangun kampung wisata sayur organik Baran Bela Negara (BBN).