NASIONAL

Alasan BGN Tutup 883 Dapur MBG, Ratusan Pegawai Dicopot

×

Alasan BGN Tutup 883 Dapur MBG, Ratusan Pegawai Dicopot

Sebarkan artikel ini
Kepala BGN Sudaryono mengumumkan penutupan permanen 883 dapur MBG dan pemberhentian 261 pegawai bermasalah. Langkah ini diambil untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar lebih transparan dan akuntabel.

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kurang dari sepekan sejak menjabat.

Langkah pertama yang diambil adalah menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi melakukan pelanggaran. Per 27 Juli 2026, BGN telah menutup permanen 883 SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. “Kami telah menemukan ada 883 dapur yang kami suspend per hari ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Senin (27/7/2026).

Dari jumlah tersebut, 98 SPPG berada di Wilayah 1 (Sumatra), 311 di Wilayah 2 (Jawa dan Madura), dan 474 di Wilayah 3 (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT, dan Papua). Alasan penutupan beragam, mulai dari persoalan higienitas, standar operasional yang tidak terpenuhi, hingga instalasi pengolahan limbah yang tidak sesuai ketentuan.

Sudaryono menegaskan mekanisme penindakan kali ini berbeda dengan sebelumnya. “Dapur yang di-suspend secara permanen ini bukan seperti dulu. Kalau dulu di-suspend tapi tetap dibayar, sekarang tutup dan tidak dibayar,” tegasnya.

Selain menutup dapur bermasalah, BGN juga melakukan penataan sumber daya manusia. Sebanyak 261 pegawai diberhentikan, terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Alasan pemberhentian mencakup keterlibatan judi online, ketidakdisiplinan, hingga praktik gratifikasi.