SUKABUMI – Di tengah ketatnya persaingan ratusan peserta terbaik dari seluruh Jawa Barat, siswa MTsN Kota Sukabumi kembali membuktikan kualitasnya. Dua medali berhasil dibawa pulang dari ajang Madrasah Science Olympiad Competition (MASOIC) 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat, yakni satu medali perak dan satu medali perunggu, sekaligus mengukuhkan madrasah tersebut sebagai salah satu lumbung prestasi akademik di Kota Sukabumi.
Medali perak dipersembahkan M. Faiq Abdillah, siswa kelas IX A, yang tampil gemilang pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara medali perunggu diraih Shafa Mumtaz Hidayat, siswa kelas IX A.
Keberhasilan dua siswa tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan akademik di MTsN Kota Sukabumi terus membuahkan hasil. Tidak hanya mampu meloloskan 10 finalis ke tingkat provinsi, madrasah ini juga berhasil mengukir prestasi di tengah persaingan ketat peserta terbaik dari seluruh Jawa Barat.
Ketua Tim MGMP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ade Ruhiyat, mengatakan rangkaian MASOIC 2026 resmi berakhir dengan pengumuman para juara setelah melalui proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga final tingkat provinsi.
“MASOIC hari ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh proses seleksi. Pengumuman juara menjadi momen yang paling dinantikan setelah para peserta berjuang hingga babak final,” ujarnya.
Menurut Ade, setiap kompetisi selalu menghadirkan pemenang sekaligus peserta yang belum berhasil meraih juara. Namun, hal itu merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan prestasi.
“Dalam setiap ajang kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang belum berhasil. Ini menjadi tantangan bagi guru pembimbing untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar hasil kompetisi tidak dijadikan satu-satunya ukuran kemampuan siswa. Kondisi kesehatan, mental, hingga kesiapan saat bertanding turut memengaruhi hasil yang diperoleh peserta.
“Anak-anak yang berhasil mencapai final merupakan siswa-siswa terbaik. Mereka sudah membuktikan kemampuan dan layak diapresiasi karena mampu bersaing hingga tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ade turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh madrasah, guru pendamping, dan peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan MASOIC 2026. Ia berpesan agar para juara tetap rendah hati, sedangkan peserta yang belum berhasil tidak berkecil hati karena masih banyak kesempatan untuk meraih prestasi di masa mendatang.
“Kami mengawal seluruh proses penilaian agar berlangsung secara profesional dan transparan. Dengan demikian, para juara yang terpilih benar-benar merupakan peserta yang memiliki kemampuan terbaik di bidangnya,” tegasnya. (wdy)





