Featured

Dulu Berhadapan di Konflik Ambon, Kini Bergandengan Kampanyekan Perdamaian

×

Dulu Berhadapan di Konflik Ambon, Kini Bergandengan Kampanyekan Perdamaian

Sebarkan artikel ini

Pernah suatu saat, lanjut Ronald, ketika dirinya berada di kampung muslim, sekelompok masyarakat di sana mendengar kabar bahwa ada seorang anak Kristen –yang tak lain adalah Ronald– di tengah-tengah mereka. Ronald sempat diburu. Kelompok yang mencari itu pun mendatangi keluarga muslim tempat Ronald berkunjung. ”Saya sudah berpikir akan habis pada waktu itu,” kenangnya.

Namun, yang membuat terharu, keluarga muslim tempat dia berkunjung itu menegaskan bahwa Ronald adalah saudara. ”Kalau mau bunuh saya, harus bunuh mereka dulu. Itu saya langsung menangis,” beber Ronald.

Bank bjb Tandamata

Secara bergantian, Iskandar juga rutin berkunjung ke kampung Ronald. Berusaha lebih dekat dengan anak muda Kristen di sana. Dari frekuensi pertemuan yang sering itu, terpikir oleh Iskandar dan Ronald untuk membuat sebuah komunitas.

”Ada yang membuat kami lupa dengan perbedaan agama, yaitu saat kami bicara seni dan budaya. Saat kami main musik tradisional bersama, bikin puisi bersama, itu semua bikin kami lupa kami muslim, kami Kristen,” beber Iskandar.

Akhirnya, pada 2015, terbentuk payung komunitas anak muda yang mereka namai Paparisa Ambon Bergerak. Senjata perdamaian yang bernama seni dan budaya itulah yang sampai kini dipertahankan betul.

Komunitas terus berkembang sampai sekarang dan melibatkan hampir sebagian besar anak muda di Maluku. ”Selama ini, kami bahkan sampai tidak bisa mendata berapa banyak yang bergabung. Dari kota sampai pedalaman-pedalaman,” urai Ronald.