Meski indeks masih berada di atas level 100 yang menandakan optimisme, tren penurunan ini menjadi alarm bagi pemerintah. Tanpa langkah konkret memperkuat daya beli dan menjaga stabilitas harga, pelemahan rupiah bisa berlanjut dan menekan perekonomian lebih dalam.
“Gabungan faktor APBN dan penurunan keyakinan konsumen membuat pelaku pasar mengambil sikap hati-hati, sehingga rupiah berpotensi ditutup melemah di rentang Rp18.120–Rp18.180 per dolar AS,” kata Ibrahim.(*)





