Enggar mengaku bakal terus memperjuangkan produk UMKM bisa masuk e-commerce. Sebab jika dibiarkan seperti sekarang, produk-produk lokal akan semakin tertinggal. Apalagi saat ini semakin banyak orang belanja lewat toko online.
“Kami akan susun beberapa orang di Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. Ada staf khusus tangani persoalan ini. Dengan berbagai catatan yang kami perlukan ini sebagai masukan bagi pemerintah di dalam menyusun roadmap-nya,” tuturnya.
Kepala Divisi Edukasi Ritel Indonesia e- Commerce Association (idEA) Mohamad Rosihan mengatakan, platform khusus ini bisa memudahkan marketplace menjaring produk UKM dan IKM. “Ke depan, kami harap ada database platform. Kalau Kementerian Perdagangan bisa inisiasi itu bagus. Di situ kita bisa monitor UKM yang tidak tahu internet sampai yang paling advance,” pungkasnya.(rmol)


