BisnisEKONOMI

NTB Bangun Industri Galangan Kapal Terbesar di Dunia

×

NTB Bangun Industri Galangan Kapal Terbesar di Dunia

Sebarkan artikel ini
SINERGI: Acara penandatanganan nota kesepahaman proyek Global Hub Bandar Bandar Kayangan di Jakarta.

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi bekerja sama dengan PT Diamar Mitra Kayangan (DMK) dan Sungdong Group untuk membangun Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan antara Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Direktur Utama PT DMK, Soni Diamar, Direktur Utama Sungdong Group, Yung Hong Yun dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di Jakarta.

”Saya di sini mewakili masyarakat NTB berterimakasih kepada PT DMK dan Sungdong Group karena telah memilih NTB sebagai lokasi investasi,” ujar Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.
Menurutnya, Global Hub Bandar Kayangan akan membangun galangan kapal terbesar di dunia dengan kawasan bisnis lain yang teringerasi. Selat Lombok adalah lokasi yang strategis, yaitu berada di ALKI 2 (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang bahkan lebih strategis dari Selat Malaka.

Bank bjb Tandamata

”Sayangnya belum ada pelabuhan internasional yang bisa mendukung trasnportasi laut di daerah Selat Lombok,” ungkapnya.
Saat ini sekitar 90 persen export impor harus melalui Sigapura. Karena kapal yang dimiliki Indonesia terlalu kecil jadi tidak efisien untuk perjalanan jarak jauh. Selain itu hamper seluruh pelabuhan di Indonesia dangkal sehingga tidak mampu melayani kapal panmax yang memiliki panjang 300 – 500 meter. ”Dengan adanya Global Hub Bandar Kayangan ini maka Lombok akan menjadi poros maritim baru bagi dunia,” tuturnya.
Dikatakan, Global Hub Kayangan akan menjadi kawasan industri yang modern. Pada proyek tersebut, akan dibangun kawasan industri galangan kapal terbesar di dunia dengan luas lebih dari 1.000 hektare. Sebuah pelabuhan internasional untuk kapal ukuran panamax (extra large). Dibangun kilang minyak dengan kapasitas 50.000 barel/hari. Juga ada pengolahan minyak, pembangunan pembangkit listrik hingga 900 MW. ”Global Hub Kayangan pun akan mejadi kota mandiri yang akan mendukung kawasan industri tersebut,” papar Zulkieflimansyah.

Sementara itu Direktur PT DMK, Soni Diamar menyatakan proyek ini legal dan mulai dilaksanan. “Kami sudah mendapatkan izin lokasi dari kementerian Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk areal seluas 7.000 hektar dan didukung oleh PP No. 13 tahun 2017 yang menetatapkan Bandar Kayanagn sebagai Kawasan Andalan Nasional. Rencana pembangunan mega proyek Global Hub masih sedang dalam tahap pembebasan lahan. Kami memiliki kawasan dengan luas 7.000 hektare dan akan dibebaskan secara bertahap selama minimal 5 tahun. Kami adalah melakukan pembebasan lahan dengan perkiraan antara 1.500 hektare sampai 2.000 hektare per tahun. Proses pembebasan lahan masyarakat sekitar 1.500 hektar sudah dimulai pada akhir April 2019 lalu,” ujar Soni.
Menurutnya, tahap awal dari proyek ini adalah pembangunan infrastuktur. Setelah pembebasan lahan tahun ini selesai, maka pihaknya akan memulai penyediaan infrastruktur jalan, air, listrik dan akses menuju pelabuhan. ”Pembebasan lahan dan pembangunan Global Hub Bandar Kayangan akan memakan waktu antara empat sampai lima tahun,” ungkap Soni.
Associate Director for Business Development and Investment PT Diamar Mitra Kayangan, Victor Adiguna berterimakasih atas dukungan pemerintah NTB. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun industri kapal tercanggih dan terbesar di dunia. Sungdong bersedia memberikan investasi USD 1 miliar USD atau sekitar Rp 14 triliun. Tidak hanya investasi berupa uang, Sungdong pun akan memindahkan teknologinya menjadi milik bangsa Indonesia.

”Kami akan melakukan seleksi pada 300 orang terbaik untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan selama beberapa tahun lalu kembali ke Indonesia untuk mengelola proyek ini, rencananya proyek ini akan menyerap hingga 300 ribu tenaga kerja,” pungkas Victor.

(srv)