Neraca Perdagangan Sudah Lampu Kuning

Menurutnya, memang berdasarkan BPS jumlah tenaga kerja naik. Tapi yang naik sektor informal dan hanya kerja sampai tujuh jam saja. Itu sama saja dengan pengangguran terselubung. “Harus hati-hati baca data BPS,” katanya.
Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, longgarnya standar dan kualitas barang impor menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit yang cukup dalam pada saat Indonesia membuka pasarnya ke internasional.”Regulasi Indonesia sangat kurang, dan karena itu neraca perdagangan perdagangan menjadi korban karena FTA,” katanya.

Heri mengatakan, saat ini Indonesia hanya memiliki 289 regulasi tentang impor, sedangkan Australia, India, dan Filipina masing-masing memiliki 909, 704, dan 674. Berdasarkan data trademap.org perdagangan Indonesia setelah mengesahkan FTA dengan ASEAN pada 2012 mengalami penurunan yang drastis.
Hal berbeda dilihat Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut dia, impor bahan baku dan bahan modal sepanjang Januari 2018 tercatat melonjak masing-masing sebesar 24,76 persen dan 30,90 persen menjadi indikator penguatan aktfitas produksi dan investasi industri dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Menurut Ani, peningkatan angka impor yang tajam, di satu sisi merefleksikan tingginya tingkat kebutuhan bahan baku untuk industri dalam negeri. Naiknya impor bahan baku dan barang modal menjadi indika­tor industri dan investasi yang sehat.(rmol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.