EKONOMI

Melihat Usaha Petani Bawang Merah

×

Melihat Usaha Petani Bawang Merah

Sebarkan artikel ini

Umbi yang berhasil diangkat disisihkan di belakang. Setelah bedengan (bidang tanah untuk menanam bawang merah) bersih, dia kembali menyisirnya. Matanya dengan teliti mencari bawang merah yang masih terpendam.

“Kadang saat dicabut yang terangkat hanya daunnya saja. Bawangnya masih tertinggal,” lanjut perempuan berkerudung biru itu.

Bank bjb Tandamata

Benar saja, baru dua langkah menyisir bedengan, ibu empat anak itu menemukan banyak umbi berukuran kecil-kecil yang tertinggal. Dengan telaten dia memunguti umbi dan menyisihkannya. Jika umbi-umbi besar yang dipanennya dijual sebagai benih, bawang merah kecil-kecil itu akan langsung dijual untuk konsumsi setelah kering nanti.

Meski harganya tak semahal bawang merah kualitas sedang dan kualitas bagus, Soni rela memunguti bawang sortiran itu untuk menutup kerugian.

“Satu kilogram cuma laku dua ribu rupiah. Tapi tidak apa-apa,” katanya pasrah sembari terus memunguti bawang berukuran kecil-kecil itu. Dengan luas lahan 70 ru, perempuan bertubuh kurus itu bisa mengumpulkan hingga 25 kilogram bawang sortiran itu.