Selama 2 tahun terakhir alokasi APBN dialokasikan untuk support bantuan benih, pupuk organik, pupuk kimia, alsintan berupa kultivator dan pompa air serta bahan pengendali OPT ramah lingkungan.
“APBN hanya sebagai stimulan sehingga partisipasi dan swadaya petani menjadi salah kunci keberhasilan pengembangan bawang Putih nasional,” jelas Agung.
Disamping itu, kata Agung, mengingat potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Bandung yang cukup besar bisa mencapai 10.000 ha bahkan lebih.
“Kedepan sangat prospektif menjadi mitra pengembangan wajib tanam dengan importir,” pungkasnya.
(jpnn)



