“Alasanya karena selama ini pemasok bawang putih muda sebagian besar dipasok dari Ciwidey Kabupaten Bandung, sedangkan harga benih kami jual Rp. 60.000,” sebutnya.
Ketua Kelompok Sauyunan Desa Marga Mekar Kecamatan Pengalengan, Juhara menambhakan sentra bawang putih di wilayah kami sudah mengembangkan manajemen tanam yang disepakati oleh kelompok. Minimal harus ada tanam dan panen 2 ha per hari. Bila kurang dari 2 ha pasokan bisa berkurang masuk ke wilayah Jabodetabek.
“Wilayah kami tidak mengenal off season karena air tersedia sepanjang tahun. Kekurangan pasokan biasanya kami mengambil dari tegal,” ungkapnya.
“Permintaan pasokan selama ini dari Jakarta Bandung, Bogor. Permintaan Kebutuhan setiap hari 400 hingga 600 atau 3,6 ton per minggu dengan harga Rp. 15.000 per kg,” sambungnya.
Untuk diketahui, pertanaman pada bulan Oktober – November di Ciwidie dan sentra lainnya di peruntukkan untuk kebutuhan imlek di bulan Januari sampai pertengahan Februari dengan rata rata permintaan 5.000 – 7.000 kg per hari, harga rata 17-25 ribu per kg.
Menurut Agung Sunusi Kasubdit Bawang dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura bahwa Kabupaten Bandung sangat potensial untuk pengembangan bawang putih sekaligus menjadi penyangga nasional setelah Sembalun Lotim, Temanggung dan Magelang.



