Risiko kerusakan komponen mesin lebih tinggi pada kendaraan keluaran lama yang belum dirancang untuk menggunakan bahan bakar bercampur etanol. Karena itu, penggunaan bioetanol perlu disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa menimbulkan gangguan teknis.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mendorong transisi energi menuju sumber terbarukan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.(*)






