Untuk langkah selanjutnya, PTFI akan menambang dari open pit ke tambang dalam. Saat ini sedang proses transisi ke sana. Untuk itu, sampai 2041, PTFI akan menggelontorkan investasi sebesar 20 miliar dolar.
Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, keberhasilan kepemilikan mayoritas saham PTFI menjadi bukti bahwa Indonesia membuka diri terhadap pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam)-nya, meski tetap mengikuti prinsip konstitusi.
”Saya percaya sukses ini nanti akan bergema di seluruh dunia, sehingga banyak perusahaan internasional akan datang ke Indonesia untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia. Akan mengangkat derajat perusahaan Indonesia untuk berdiri sama tinggi dengan perusahaan tambang lainnya,” urainya.
Freeport Indonesia akan dimiliki Inalum 51,2 persen dan Freeport 48 persen. Dari Inalum, 25 persen akan melalui PT Indonesia Papua Methal Mineral (Inalum, BUMD dan Kabupaten Papua). Perusahaan tersebut sahamnya sebesar 40 persen akan dimiliki oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan 60 persen milik Inalum.
Direksinya terdiri atas 4 orang Indonesia, dan dua non Indonesia. Jabatan Diretur Utama dipegang oleh Tonny Wenas, Wakil Direktur Utama Orias Petrus Moedak, Direktur Jenpino Ngabdi, Direktur Achmad Ardianto, Direktur Robert Charles Schroeder, dan Direktur Mark Jerome Johnson.
Sedangkan untuk jajaran komisaris akan diisi oleh Richard Adkerson sebagai Presiden Komisaris, Wakil Komisaris Utama Amien Sunaryadi, Komisaris Budi Gunadi Sadikin, Komisris Hinsa Siburian, Komisaris Kathleen Lynne Quirk, dan Komisaris Adrianto Machribie.





