“Di Kertajati eksisting now detik ini 2500 meter, sehingga ini bisa juga untuk penerbangan haji tapi dikhususkan untuk pesawat 330,” katanya.
Dengan beroperasinya bandara Kertajati yang dijadwalkan pada Juli 2018, maka penerbangan embarkasi haji akan berada di dua titik yakni Bandara Kertajati di Majalengka dan Bandara Soekarno Hatta.
Untuk diketahui, bandara ini dibangun melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Pemprov Jabar memiliki saham 60 persen, PT Angkasa Pura (Persero) 20 persen, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) mendapatkan porsi saham sebesar 18 persen dan sisanya dimiliki oleh Koperasi PNS Jabar dan PT Jasa Sarana.
(uji/JPC)





