IRAN — Sabtu sore itu, langit Teheran mendadak bergemuruh. Tujuh roket meluncur dan menghantam kawasan dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta Istana Presiden. Dentuman keras memecah keheningan, membuat warga berlarian mencari perlindungan.
Di tengah kepanikan, kabar cepat menyebar: Presiden Iran Masoud Pezeshkian selamat, meski serangan terjadi begitu dekat dengan pusat kekuasaan. Namun, bagi warga biasa, ledakan itu meninggalkan luka nyata. Sejumlah apartemen hancur, keluarga kehilangan tempat tinggal, dan rasa aman seakan lenyap dari jantung kota.
“Anak-anak saya menangis, mereka tak pernah mendengar suara sekeras itu,” kata seorang ibu yang rumahnya rusak akibat serangan. Suaranya bergetar, namun matanya menunjukkan keteguhan untuk tetap bertahan.
Ledakan tak hanya mengguncang Teheran. Di Chabahar, kota pelabuhan di provinsi Sistan dan Baluchestan, dentuman serupa terdengar. Serangan ini menandai eskalasi baru, setelah Israel mengumumkan status darurat di seluruh wilayahnya dan melancarkan serangan terhadap Iran.




