DUNIA

Serunya Menelusuri Jejak Serigala Mibu di Kyoto, Jepang

×

Serunya Menelusuri Jejak Serigala Mibu di Kyoto, Jepang

Sebarkan artikel ini

Saya bulatkan tekad untuk masuk ke lantai bawah tanah setelah membubuhkan stempel Hijikata Toshizou yang berada di depan kompleks makam. Aura ruang bawah tanah tersebut membuat bulu kuduk saya merinding. Banyak benda historis di ruang kecil itu. Dindingnya dihiasi foto-foto petinggi Shinsengumi. Salah satunya Hijikata Toshizou, orang nomor dua Shinsengumi yang dikenal sebagai oni fukuchou alias demon vice commander.

Lukisan dengan gaya klasik terhampar di salah satu sisi dinding. Bermacam-macam dokumen Shinsengumi juga tersimpan di balik kotak kaca. Kertasnya sudah lusuh dan berwarna kecokelatan. Sebagian tintanya tampak memudar.

Lalu, saya berziarah ke kompleks makam 11 anggota Shinsengumi. Ditemani gerimis, saya mendatangi makam Kondo Isami, komandan Shinsengumi yang tutup usia pada 17 Mei 1868 setelah dihukum penggal oleh pemerintah baru setelah dituduh membunuh Sakamoto Ryouma.

Patung Kondo dari kepala hingga dada berdiri gagah di makamnya. Altar mungil dibangun di sebelah kanan untuk menyimpan potongan rambut polisi gagah berani asal Desa Kami-Ishihara itu. Makam Kondo dikelilingi 10 kompatriotnya. Di antaranya, Serizawa Kamo yang juga salah seorang komandan Shinsengumi sebelum nyawanya direnggut rekan sejawat.

Sukses mengumpulkan enam stempel, saya agak jemawa. Tinggal satu lagi, yaitu stempel Kapten Unit 8 Shinsengumi Toudou Heisuke, yang harus ”dijemput” di Honkouji. Awan gelap masih mengarungi langit saat saya naik bus nomor 28 untuk menuju lokasi stempel terakhir.

Menemukan stempel terakhir ternyata tidak gampang. Selain faktor cuaca, penduduk yang saya temui di sekitar Kuil Nishi Honganji tak ada yang tahu lokasi Honkouji. Nyaris saja saya menyerah jika tak bertemu pria yang mengenakan jubah hitam-putih di seberang Kuil Nishi Hongan-ji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *