DUNIA

Serunya Menelusuri Jejak Serigala Mibu di Kyoto, Jepang

×

Serunya Menelusuri Jejak Serigala Mibu di Kyoto, Jepang

Sebarkan artikel ini

Tak mudah untuk menemukan lima lokasi yang tersisa. Hiroko, warga setempat yang saya temui di Uzumasa Eigamura, berbaik hati membantu membacakan tulisan kanji. Dia memberi tanda tiga lokasi -yaitu Mibudera, Stasiun Randen Shijou Omiya, dan Randen Bar di Stasiun Randen Arashiyama- pada peta Kyoto yang saya bawa.

Sementara itu, dua lokasi sisanya, yakni Yagi-tei dan Honkouji, masih abu-abu. ”Yagi-tei itu di sekitar Mibudera, tapi saya nggak tahu lokasi pastinya karena belum pernah ke sana. Kalau Honkouji, rasanya tak jauh dari Kuil Nishi Hongan-ji,” kata perempuan yang bekerja sebagai office lady itu.

Petunjuk sudah didapat, eh, konspirasi semesta menjegal langkah saya. Cuaca yang diperkirakan hanya mendung di sebagian wilayah Kyoto ternyata tak bersahabat. Begitu keluar dari Uzumasa Eigamura saat sore, hujan turun disertai petir menyambar.

Tak mau menyerah, Senin pagi (2/7), saya kembali lagi ke Kyoto. Kali ini saya gerak cepat. Turun dari kereta ekspres Keihan Line di Stasiun Kyoto, saya naik kereta Karasuma Line menuju Stasiun Omiya yang berseberangan dengan Stasiun Randen Shijou Omiya.

Tidak terlalu sulit menemukan minibooth PMK di stasiun yang berada di perempatan Shijou Omiya-dori itu. Sebab, posisi stempel Harada Sanosuke, kapten Unit 10 Shinsengumi, pas di depan kanan rel trem Randen. Dari situ, saya naik trem menuju Arashiyama. Baru 10 menit trem melaju, cuaca bergolak lagi. Hujan deras plus angin kencang menggoyang trem berwarna ungu yang saya tumpangi. Duh, kok ya begini amat cobaan Shinsengumi pilgrimage ini.

Sampai di Arashiyama yang berjarak sekitar 8 km dari Shijou Omiya, saya langsung menuju Randen Bar di bagian ujung stasiun. Tanpa hambatan berarti, stempel Kapten Unit 2 Shinsengumi Nagakura Shinpachi yang dipajang di teras tercetak manis di leaflet saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *