DUNIA

Seluruh Menteri Srilanka Mundur, Belum Puas, Presiden Didesak Harus Lengser

×

Seluruh Menteri Srilanka Mundur, Belum Puas, Presiden Didesak Harus Lengser

Sebarkan artikel ini
Para pengunjuk rasa di Sri Lanka
Para pengunjuk rasa di Sri Lanka menginginkan Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur dari jabatannya (AFP)

SRILANGKA – Gotabaya Rajapaksa mencari cara agar tetap berkuasa. Presiden Sri Lanka itu pada Senin (4/4) menawarkan pembagian kekuasaan dengan oposisi. Tawaran tersebut diberikan setelah desakan agar dia mundur kian menguat akibat krisis ekonomi yang membelit negara itu.

”Presiden mengundang seluruh partai politik di parlemen untuk menerima jabatan kabinet dan bergabung dalam upaya mencari solusi untuk krisis nasional.” Demikian bunyi pernyataan kantor kepresidenan, seperti dikutip Agence France-Presse.

Bank bjb Tandamata

Rajapaksa memang membutuhkan menteri-menteri baru. Sebab, kabinetnya bubar. Seluruh menteri yang berjumlah 26 orang menyerahkan surat pengunduran diri pada Minggu (3/4) malam. Hanya Presiden Gotabaya Rajapaksa dan saudara lelakinya, Perdana Menteri (PM) Mahinda Rajapaksa, yang terus bertahan.

Pada Senin (4/4) Gubernur Bank Sentral Ajith Nivard Cabraal ikut hengkang. Sejak awal, Cabraal menolak dana talangan IMF. Sementara itu, pemerintah justru ingin mendapatkannya sebagai jalan keluar dari krisis. Padahal, beban utang Sri Lanka sudah sangat besar.

Rencananya, ada empat menteri yang kembali ditunjuk. Tiga di antaranya menduduki posisi lama mereka. Sementara itu, posisi menteri keuangan yang dulu dijabat Basil Rajapaksa digantikan oleh Ali Sabry. Dulu, Sabry adalah menteri kehakiman. Belum diketahui apakah kerabat Rajapaksa lainnya akan ditunjuk sebagai menteri. Sudah jadi rahasia umum bahwa Rajapaksa membagi-bagikan kekuasaan kepada keluarganya.