Saat menjelaskan situasi rumah sakit itu dalam sebuah pernyataan video di X, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) membantah adanya penembakan dan pengepungan terhadap rumah sakit, seraya menambahkan bahwa sisi timur rumah sakit tersebut tetap dibuka.
Dalam pernyataannya, Kepala Administrasi Koordinasi dan Penghubung IDF untuk Gaza Moshe Tetro mengakui bahwa “ada bentrokan antara pasukan IDF dan teroris Hamas di sekitar rumah sakit itu,” tetapi mengatakan “semua orang yang ingin pergi dapat melakukannya,” dan menuturkan bahwa dirinya telah menghubungi direktur rumah sakit itu untuk mengoordinasikan evakuasi yang aman bagi “siapa pun yang ingin meninggalkan rumah sakit.”
Israel sebelumnya menyatakan bahwa “pusat komando utama Hamas terletak di bawah Rumah Sakit Al Shifa.”
Didirikan pada 1946, kompleks medis tersebut merupakan institusi kesehatan terbesar di Jalur Gaza. Kompleks itu memiliki tiga rumah sakit khusus dan mempekerjakan 25 persen staf rumah sakit di seluruh Jalur Gaza.(*)






