Aksi demo itu juga mendapat dukungan dari pemimpin oposisi Sajith Premadasa. ‘’Turun ke jalan besok. Lawan kediktatoran dan bergabunglah dengan rakyat untuk menjadikan demokrasi sebagai pemenangnya. Kita bisa!’’ ujarnya dalam akun Twitter pribadinya.
Dia menyebut pemerintah tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak diinginkan untuk menghalangi kebebasan berekspresi secara damai. Sajith juga menekankan bahwa hak-hak rakyat tercantum dan dilindungi oleh konstitusi.
Seperti diketahui, kondisi di Sri Lanka memang makin memanas. Salah urus ekonomi harus diperparah dengan ketidakbecusan pemerintah dalam membuat kebijakan. (*)






