Sebanyak 33 jurnalis tewas di Afghanistan antara 2018 dan 2021 seperti disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sebuah laporan tahun ini. Sepuluh wartawan tewas pada 30 April 2018, termasuk sembilan wartawan dan fotografer yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kabul, dan seorang wartawan yang bekerja untuk layanan bahasa Afghanistan BBC yang ditembak di kota timur Khost.
Hari itu adalah yang paling mematikan bagi media negara itu sejak Taliban digulingkan dalam kampanye yang dipimpin Amerika Serikat pada 2001.
Pada 19 November 2001, wartawan Reuters Harry Burton dari Australia dan Azizullah Haidari kelahiran Afghanistan juga dibunuh oleh orang-orang bersenjata yang menghentikan konvoi mereka di jalan menuju Kabul dari perbatasan Pakistan. Mereka melakukan perjalanan ke Kabul untuk meliput jatuhnya rezim Taliban.






