Walikota Sukabumi : Tidak Ada Orang Kaya Karena Judi, yang Ada Kemiskinan

Walikota Sukabumi Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi

SUKABUMI — Soal maraknya perjudian online akhir ini, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi angkat bicara. Bahkan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya melakukan pelacakan sejumlah situs perjudian online.

“Kami bersama Diskominfo hingga saat ini tengah melakukan pengecekan terhadap situs perjudian online,” ungkap Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi usai menghadiri Reuni Akbar Alumni YLPI Ibaadurrahman Sukabumi, Minggu (24/7).

Bacaan Lainnya

Fahmi menerangkan, sejauh ini Diskominfo sudah menemukan beberapa situs judi online dan akan berupaya ditutup karena akan berdampak negatif terhadap masyarakat. “Cukup banyak situs yang sudah ditutup, tapi jumlah detailnya saya lupa,” cetusnya.

Fahmi menghimbau, agar masyarakat tidak terjerumus melakukan perjudian online yang akan dapat merugikan diri sendiri.

“Kami berharap, masyarakat tidak mudah melakukan kegiatan tersebut,” imbaunya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, mendorong pemerintah agar menutup situs judi online. Pasalnya, akhir ini perjudian online kian marak khususnya di lingkungan masyarakat bahkan, tidak sedikit korban terjerumus hingga kehilangan harta benda. Perjudian baik online maupun ofline, tidak dibenarkan karena dapat berdampak negatif terhadap kehidupan.

“Intinya judi itu baik online maupun offline diharamkan dalam Islam. Tidak ada orang yang kaya kerena berjudi, yang ada hanya kemiskinan,” jelas Ketua 3 Membawahi Komisi Fatwa, Komisi Hukum dan Perundang Undangan MUI Kota Sukabumi, Apep Saepulloh.

Menurut Apep, perjudian tersebut hanya akan membawa mudarat bagi masyarakat. Sebab itu, pemerintah agar segera menyikapi penomena maraknya perjudian online tersebut.

“Ya, sebenarnya pemerintah melalui Kominfo dapat menutup situs judi online tersebut sehingga masyarakat tidak ada yang terjerumus,” bebernya.

Pos terkait