BERITA UTAMA

Viral di TikTok, DLH Temukan 13 Tambang Emas Ilegal di Cikakak Sukabumi

×

Viral di TikTok, DLH Temukan 13 Tambang Emas Ilegal di Cikakak Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup didampingi kepolisian saat meninjau lokasi tambang ilegal di wikayah Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak
Kepala Dinas Lingkungan Hidup didampingi kepolisian saat meninjau lokasi tambang ilegal di wikayah Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak

SUKABUMI — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, meninjau langsung lokasi tambang emas ilegal di Blok Pasir Gombong, Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak, menyusul viralnya video aktivitas tambang di media sosial.

Dalam kunjungannya, Nunung mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penambangan tanpa izin karena berisiko merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan.

Bank bjb Tandamata

“Kami turun setelah melihat video tambang ilegal yang viral di TikTok. Terima kasih kepada warga Cikakak yang cepat memberi informasi,” ujarnya.

Nunung menjelaskan, lokasi tambang berada di kawasan terpencil dengan tanah gembur dan rawan longsor. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan harus memiliki izin resmi sesuai peraturan yang berlaku. “Semua orang boleh berusaha, tapi harus sesuai aturan. Kalau tidak, bisa merusak alam dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran kepolisian yang turut mengawasi dan menindak aktivitas tambang ilegal. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung investasi legal yang ramah lingkungan.

“Kalau wilayahnya diperbolehkan, silakan tempuh proses perizinan. Pemerintah siap bantu,” tambahnya.

Menanggapi komentar netizen yang menyebut tambang dilakukan di lahan pribadi, Nunung menegaskan bahwa kepemilikan lahan tidak otomatis membolehkan aktivitas tambang.

“Ibarat punya mobil sendiri, tetap butuh SIM dan STNK. Begitu juga tambang, harus ada izin agar aman dan legal,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa aturan dibuat bukan untuk membatasi, melainkan melindungi keselamatan dan kelestarian lingkungan. “Kami sayang masyarakat. Jangan sampai ada korban karena longsor, nanti pemerintah yang disalahkan,” katanya.