Saat ditanya apakah ia menerima jika nantinya anaknya harus menjalani hukuman penjara, Enung terhenti sejenak sembari menarik nafas panjang.
“Ya nerima kan dia salah,” ucapnya.
Meski begitu, dengan wajah penuh kesedihan, Enung berharap agar hukuman yang diterima anaknya tidak cukup berat.
“Tapi minta yang ringan. Seringan-ringannya, pak,” lirih Enung.
Sementara, paman RS, Yana Nurzaman meyakini bahwa apa yang dilakukan RS itu bukan sebuah kesengajaan atau direncanakan sebelumnya.
Apalagi jika sampai sengaja melukai orang lain, bahkan polisi.
“Dedek (panggilan akrab RS di rumah) tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Semuanya normal. Tapi memang dia aktif di organisasi. Disini dia juga karang taruna,” tutur Yana.
Atas alasan tersebut, Yana menduga besar kemungkinan ada dalang di balik aksi yang berujung pada terbakarnya tiga anggota polisi Polres Cianjur itu.
“Dengan perangai Dedek selama ini, kami menduga bisa saja ada otak yang menggerakkan aksi itu. Karena saya pikir tidak mungkin Dedek sampai seperti itu,” jelasnya.






