Kepala Desa Limusnunggal, Rusman membenarkan warganya banyak yang digigit ular. Dirinya menduga penyebab banyaknya ular itu, semenjak adanya perkebunan jenis jati emas.
“Kami bukan menyangka ke perkebunan jati, tetapi setelah adanya pohonan jati di wilayah Desa Limusnunggal sekarang ini banyak ular gibuk. Bahkan warga kami pun dari tahun ke tahun selalu ada korban termasuk beberapa waktu lalu ada yang digigit juga,” tegasnya.
Ia berharap, pemda dapat mengadakan sabu, minimal di Puskemas Bantargadung. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada warga yang digigit ular, karena jarak ke rumah sakit cukup jauh.
“Setelah adanya ular ini, warga yang ingi ke kebun takut dan waspada. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Limusnungga, khusunya petani ketika berangkat ke kebun agar memakai perlengakapn pertaian. Misalnya sepatu bot dan sebagainya,” pungkas Rusman.
Keresahan maraknya warga yang digigit ular dan mahalnya harga vial Sabu ini pun sebelumnya dikeluhkan Tokoh masyarakat Desa Limusnunggal, dalam unggahan di media sosial Facebook.
Melalui akun media sosial miliknya ‘Putra Pasundan’, Tokmas bernama Maman Surachman itu juga menceritakan soal sudah ada beberapa petani yang dipatuk ular, bahkan ada seorang ustaz yang meninggal dunia karena patukan ular. Unggahan Maman juga ditujukan kepada Bupati Sukabumi.(cr1/t)






