Tiga Pembacok Pemuda Ciandam Sukabumi Diancam Pasal Berlapis

Polres Sukabumi kota
Polres Sukabumi kota

CIKOLE — Jajaran Polres Sukabumi Kota berhasil membekuk tiga tersangka kasus pembacokan salah seorang warga Ciandam Kecamatan Cibereum hingga meninggal dunia.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi membutuhkan sekitar 9 hari untuk mengungkap motif dari perbuatan para tersangka ini.

Bacaan Lainnya

Diketahui, tigas tersangka berinisial DS (25), AF (22) dan ISB (25) merupakan anggota salah satu geng motor. Di mana ketiganya ditangkap di Kampung Bihbul RT 04/14, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/5) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin mengatakan, kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia terjadi pada hari pertama Operasi Ketupat Lodaya 2022 dan terungkap sebelum operasi tersebut berakhir.

“Atas kinerja seluruh anggota Satreskrim Polres Sukabumi Kota yang bekerja ulet dalam olah TKP dan memeriksa saksi dan bukti yang ada. Akhirnya sebelum berakhir Operasi Ketupat Lodaya 2022, kasus ini dapat terungkap,” ujar Zainal kepada awak media, Selasa (10/5).

Lanjut Zainal, kronologi kasus tersebut terjad saat korban dijemput temannya atau saksi yang berangkat menggunakan sepeda motor menuju ke galeri ATM Bank BCA di Perumahan Pesona Cibereum Kota Sukabumi.

Saat dalam perjalanan, antara pelaku dan korban sempat berpapasan namun tidak terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak.

“Pada saat sepulangnya, korban dan saksi dari tempat galeri ATM, mereka kembali berpapasan sambil mengendarai sepeda motor.

Di saat itu korban dan saksi melihat pelaku mengendarai sepeda motor dengan zigzag yang kemudian korban dan saksi berhenti dan mengatakan, itu genk motor,” jelasnya.

Masih menurut Zainal, diduga omongan tersebut terdengar oleh pelaku, yang mengakibatkan pelaku berputar arah dan mengejar korban.

Setelah terkejar pelaku melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan cocor bebek (corbek) hingga korban meninggal dunia.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa, satu bilah senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekira 45 cm, satu bilah senjata tajam jenis corbek dengan panjang sekira 65 cm, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, dengan nomor polisi F 4471 SAB. Kepada para pelaku dijerat dengan pasal berlapis,” terangnya.

Zainal menambahkan, atas tindakannya, ketiga tersangka pembunuhan dan penganiayaan hingga korban meninggal dijerat pasal berlapis.

Pertama Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan pidana penjara 15 tahun, Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana tentang pengeroyokan dengan pidana penjara 12 tahun.

“Lalu Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan hukuman 10 tahun penjara, dan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan mengakibatkan meninggal, diancam dengan pidana 7 tahun penjara,” katanya.

“Sengaja untuk kejadian ini kami ancamkan pasal berlapis untuk kemudian memberikan efek jera kepada pelaku. Sehingga ke depan mereka tidak mengulangi perbuatannya dan ini menjadi pelajaran untuk kita semua,” ujar Zainal. (cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.