BERITA UTAMA

Tiga Pelajar Kota Sukabumi Positif, Kasus Covid-19 Kembali Naik

×

Tiga Pelajar Kota Sukabumi Positif, Kasus Covid-19 Kembali Naik

Sebarkan artikel ini
Covid-19-Sukabumi

Begitujuga di Kabupaten Sukabumi, penyebaran virus Covid-19 kembali mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, BOR atau keterisian tempat tidur ruang isolasi di sejumlah rumah sakit mengalami peningkatan sekitar 6,9 persen.

Berdasarkan rilis dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi pada Rabu (02/02), jumlah kasus pasien positif Covid-19 dari awal hingga saat ini terdapat 11.898 orang.

Bank bjb Tandamata

Dari ribuan pasien ini, 11.219 orang dinyatakan sembuh serta 27 orang isolasi dan dan 69 pasien lagi diantaranya masih dilakukan isolasi mandiri.

Sementara jumlah total pasien positif Covid-19 yang meninggal dari awal hingga saat ini, berjumlah 583 pasien. Berdasarkan rilis tersebut, saat ini terdapat penambahan sebanyak 15 warga Kabupaten Sukabumi yang dinyatakan positif Covid-19 dan satu pasien telah dinyatakan sembuh.

Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dr Rika Mutiara melalui Subko Pelayanan Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Dr Whisnu Budi Haryanto kepada Radar Sukabumi mengatakan, jumlah total BOR untuk keterisian tempat tidur bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 232.

“Dari ratusan bed ini, hanya 16 bed yang terisi oleh pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Jadi untuk ketersian BOR sampai hari ini sekitar 6,9 persen,” kata dr Whisnu kepada Radar Sukabumi pad Rabu (02/02).

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk di Kabupaten Sukabumi terdapat sembilan rumah sakit yang dijadikan tempat rujukan untuk menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. Yakni, RDUD SekarwangiCibadak, RSUD Palabuhanratu, RSUD Jampangkulon, RSUD Sagaranten, Rumah Sakit Bhakti Medicare Cicurug
, Rumah Sakit Betha Medika Cisaat, Rumah Sakit Kartika Cibadak, Rumah Sakit Hermina Sukabumidan Rumah Sakit Primaya Sukabumi.

“Dari sembilan rumah sakit rujukan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini, hanya ada ada tiga rumah sakit yang keterisian tempat bed nya ada. Yaitu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak, RSUD Jampangkulon dan Rumah Sakit Hermina Sukabumi.

Jadi pasen yang dirawat ini rata-rata memang punya komorbid atau penyakit penyerta. Sehingga gejala Covid-19 yang muncul menjadi lebih memberat pada penderita yang mempunyai komorbid ” ujarnya.

Peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk pasien positif Covid-19 ini, telah berlangsung sekitar satu pekan terakhir. Meskipun, peningkatannya dinilai perlahan dan tidak cukup signifikan.

“Jadi memang naiknya sedikit-sedikit, mulai dari 2 persen sampai 3 persen. Nah sekarang itu, kondisinya sudah sampai 6,9 persen dan ini cenderung naik meskipun tidak tersebar di semua rumah sakit yang di Kabupaten Sukabumi.

Iya, memang kondisi secara nasional angka terkonfirmasi pasien positif Covid-19 itu meningkat terus dan Jawa Barat itu, menduduki nomor dua setelah DKI Jakarta,” tandasnya.

Menurutnya, pasien yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Sukabumi, terdapat beberapa gejala sedang dan berat, akhirnya meraka di rujuk ke rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.

Bukan hanya itu, prediksi dari tim ahli. Bahkan dari Kementrian Kesehatan juga sudah mengeluarkan pernyataan, bahwa sebetulnya yang harus diantisiaspi dari virus varian baru.

Yakni Omicron ini karena cenderung lebih besar dari virus Delta yang terjadi pada gelombang kedua dengan gejala yang berat.

“Akhirnya rumah sakit pada gelombang ke dua itu, banyak yang kolaps. Kalau untuk Omicron itu memang penularannya lebih cepat, tetapi tingkat keparahan atau tingkat kegawatanya kecil atau lebih rendah, jika dibandingkan pada gelombang ke dua pada virus varian Delta,” bebernya.