“Sebenarnya bisnis Telkom itu di telekomunikasi beserta aplikasinya, tapi kami punya tanggung jawab juga untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan program pemerintah yaitu mengentaskan kemiskinan,”tegas Tedi yang ingin mitra binaannya menjadi mandiri baik dari sisi modal hingga pemasaran.
Di tempat yang sama, mewakili para penyandang difabel yang menjadi mitra binaan Telkom, Panji mengaku senang para penyandang disabilitas Sukabumi kini dipercaya dan mendapat kemudahaan dari sisi pinjaman modal usaha oleh Telkom.
“Selama ini mereka kesulitan mengakses permodalan, sementara produk sudah mereka miliki,”kata Panji.
Ketua Lembaga Sosial Suara Hati itu menjelaskan, jika para UKM dari kalangan difabel ini sebelumnya telah dilatih untuk bisa menghasilkan produk bermutu. Tidak kalah dengan produk lain pada umumnya.
“Ada dua penyandang disabilitas dari Sukabumi yang dibantu untuk mendapatkan bantuan modal ini, mereka adalah Agus dan Enda,”ulasnya.
Agus merupakan pelaku UKM yang memproduksi sapu, keset dan telur asin. Sedangkan Enda adalah pelaku UKM di bidang pembuatan es krim, keripik dan alat kebersihan.
“Alhamdulillah produktivitas mereka cukup tinggi, dulu sebelum ada bantuan modal usaha dari Telkom mereka hanya mampu memproduksi di bawah 300 butir telur asin dan sekarang setelah dibantu mereka bisa memproduksi lebih dari 300 butir per dua hari,”pungkasnya.
(*/sri)





