JAKARTA — Belum lama ini, tengah berkembang isu gempa bumi megathrust di Indonesia dengan kekuatan atau magnitude lebih dari delapan hingga berpotensi menimbulkan tsunami.
Perlu diketahui, berdasarkan press release yang dilansir JawaPos.com dari laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Sabtu (16/8), isu gempa bumi megathrust tersebut telah muncul mulai dari tahun 2004, 2018, 2022, dan terakhir tahun 2024.
Kemudian, berdasarkan data Badan Geologi di tahun 2022, sejumlah gempa bumi terkait aktivitas zona penunjaman atau megathrust dan intraslab terjadi di wilayah selatan Banten dan Jawa Barat.
Zona penunjaman sendiri ialah tempat pertemuan atau interaksi antar lempeng, terutama yang bersifat convergent atau tumbukan dan menjadi sumber utama gempa bumi di Indonesia.
Zona penunjaman di Indonesia terbentang dari barat Sumatera hingga utara Papua serta terbagi menjadi dua, yakni megathrust yang memiliki kedalaman penunjaman kurang dari 50 km.
Sementara zona penunjaman yang lainnya adalah intraslab atau zona Benioff, yaitu zona yang memiliki kedalaman penunjaman lebih dari 50 km.
Dijelaskan dalam keterangan PVMBG, zona penunjaman yang membentang dari barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara dikenal sebagai Busur Sunda.






