KABUPATEN SUKABUMI

Penyebab Pasti Longsor Cibadak Sukabumi, PVMBG Terus Lakukan Investigasi

×

Penyebab Pasti Longsor Cibadak Sukabumi, PVMBG Terus Lakukan Investigasi

Sebarkan artikel ini
DIHANTAM LONGSOR : Kondisi rumah warga yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cibatu Hilir, RT 01/RW 11, Desa Sekarwang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (24/01) pagi.(foto : ist)
DIHANTAM LONGSOR : Kondisi rumah warga yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cibatu Hilir, RT 01/RW 11, Desa Sekarwang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (24/01) pagi.(foto : ist)

SUKABUMI – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan investigasi di lokasi bencana tanah longsor yang merusak dan mengancam puluhan rumah penduduk di Kampung Cibatu Hilir, RT 01/RW 11, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Hal itu dilakukan, untuk mengetahui secara pasti penyebab bencana alam tersebut.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra kepada Radar Sukabumi mengatakan, PVMBG ini sengaja melakukan investigasi selama dua hari di lokasi longsor.

Bank bjb Tandamata

Selain untuk mengetahui penyebab bencana, juga sebagai salah satu bentuk upaya terkait rencana penanganan pasca bencananya.

“Penyelidikan atau investigasi ini, rencananya akan dilakukan selama dua hari dan itu dimulai dari kemarin (Senin) yah,” kata Wawan kepada Radar Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa (30/01).

Pada Senin (29/01), sambung Wawan, tim PVMBG telah melakukan pemetaan dan mengambil visual di lokasi bencana. Diharapkan, beberapa hari kedepan, pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat mengetahui hasil dari penyelidikan PVMBG tersebut.

“Hasilnya kan jadi rekomendasi kami untuk melakukan tindakan. Kalau yang tertimbun dan terancam zona merah, saya kira 19 rumah itu sudah jelas tidak memungkinkan lagi. Karena berbahaya. Itu alur longsoran kalau rumah yang masih berdiri itu,” paparnya.

“Jadi sekarang kan ada sekitar 60 rumah yang kondisinya terancam. Nah ini apakah berkurang atau bertambah. Karena itu masuk hasil kajian. Mudah-mudahan itu aman. Hanya sebelumnya dilakukan rekayasa teknis. Apakah muncul retakan atau retakan ditutup, atau talud di atasnya, ini juga rekomendasinya belum selesai,” tandasnya.

Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan
Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan

Ketika disinggung mengenai aktivitas proyek cut and fill atau perataan tanah milik salah satu perusahaan perumahan yang ada di wilayah tersebut, diduga hingga menyebabkan bencana tanah longsor Wawan belum bisa menjawab.

Lantaran, hal tersebut merupakan kewenangan dari PVMBG. “Kami lihatnya memang asal longsoran itu situ (aktivitas cut and fill). Seputar situ apakah cut and fill atau tidak dan untuk menyatakan keterangan itu kewenangannya bukan di kita, tapi dari PVMBG,” bebernya.

Sebab itu, dalam penyelidikan tersebut, tim PVMBG telah melakukan pemetaan zona rawan. Sementara, untuk mengetahui penyebab terjadinya tanah longsorannya, apakah disinyalir dari tanah urugan atau ada sumbatan saluran drainase.

“Nah, itu sekarang sedang diselidiki oleh PVMBG. Kalau kerugian saya belum tau persis karena yang tertimbun itu kan juga tidak bisa dihitung di dalamnya ada apa saja. Taksirannya juga belum tahu lah, hanya barangkali langkah-langkah kita, memfasilitasi mereka, pengalaman dari kejadian bencana yang dimana-mana terkatung-katung. Ini mudah-mudahan bisa ditangani,” pungkasnya. (den)