“Sekarang kan pihak yang investasi di Sukabumi meningkat, masa perekonomian kita menurun? Dengan adanya pihak yang membuka investasi, maka otomatis perekonomian masyarakat pun akan meningkat. Informasi soal ini akan segera kami cek, karena berdasarkan data BPS dan juga yang ada di Bappeda, kemiskinan kita setiap tahunnya menurun dan sektor ekonomi pun terus meningkat,” optimisnya.
Bahkan, dengan pembangunan yang saat ini tengah digeber oleh pemerintah pusat dan provinsi, pihaknya semakin optimis tingkat kemiskinan akan terus menurun. Ia kembali menegaskan, data yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi diangka -14,3 persen itu perlu diuji secara objektif.
“Kami yakini, itu semua setiap tahunnya menurun. Soal data itu, kami belum tahu dan nanti kita akan uji dengan BPS,” pungkasnya.
Belum lama ini juga, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono menyampaikan angka kemiskinan Kabupaten Sukabumi menurun drastis dari 2006 hingga 2016. Hal tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan angka kemiskinan pada 2006 mencapai 17,66 persen menurun menjadi 8,13 persen pada 2016.
“Berdasarkan perhitungan headcount index oleh BPS, angka kemiskinan Kabupaten Sukabumi menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Dimana, angka pada 2006 menembus 17,66 persen. Sementara pada 2016 angkanya menurun menjadi 8,13 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi,” timpal Adjo.
Menurut Adjo, penurunan angka tersebut dinilai jauh lebih kecil dibandingkan dengan tingkat provinsi dan nasional. Dimana, pada tahun tersebut tepatnya 2016, pada tingkat provinsi penurunan angka kemiskinan hanya 8,95 persen dan tingkat nasional 10,86 persen. “Angka tingkat kabupaten ini jauh lebih rendah bila dibanding dengan angka kemiskinan ditingkat provinsi dan nasional pada tahun yang sama,” ungkapnya.





